Indikator Relative Strength Index

Indikator saham yang praktis digunakan terutama untuk periode jangka pendek salah satunya adalah Relative Strength Index (RSI). Untuk mendapatkan indikator ini cukup gunakan website seperti yahoo finance, investing, berbagai aplikasi dari sekuritas dan lain-lain. Penggunaan aplikasi dan informasi dari media terpercaya dapat membantu investor saham yang butuh indikator RSI tampa harus menghitung sendiri yang pasti akan memakan waktu.

Cukup hanya cukup melihat kisaran nilai 0 sampai dengan 100 pada indikator RSI untuk melihat perbandingan daya tarik kenaikan dan penurunan harga, posisi jenuh beli (overbought) dan titik jenuh jual (oversold). Titik perbandingan tersebut diketahui bila nilai RSI di atas 70 yang diartikan sebagai titik overbought dan 30 sebagai titik oversold. Nilai RSI tersebut diketahui melalui perbandingan antara jumlah perubahan harga yang positif (biasanya berwarna hijau) dengan perubahan harga yang negatif (biasanya berwarna merah) dalam satu periode. Sebelum menggunakan indicator RSI diharapkan untuk melihat indicator lain dulu seperti MA, MACD, dan Bollinger.

Pergerakan RSI yang berada di area kisaran 50 atau pada titik tengah RSI (Center Line), merupakan titik yang perlu diperhatikan dengan serius. Kondisi pertengahan seperti itu dapat menjadi sebuah sinyal untuk menentukan posisi. Sinyal yang dapat berupa retracement (pembalikan harga sementara) atau bahkan reversal ( pembalikan arah trend berkelanjutan). Sebagian investor lebih memilih pergerakan RSI keatas  50 sebagai titik buy atau sebaliknya pergerakan menuju dibawah 50 sebagai symbol sell. Berbeda dengan pendapat tersebut, menurut penulis lebih baik buy saat kondisi area oversold alias nilai RSI berada di kisaran 30 dan menjual saat posisi berada dikisaran oversold yaitu 70. Pembelian di seputaran center line akan menimbulkan spekulasi yang cukup membatasi kesempatan untuk mendapatkan keuntungan.

Sumber gambar : http://www.rti.co.id

Pergerakan saham PT Adaro Energy Tbk dengan kode ADRO di atas memperlihatkan aplikasi penggunaan indikator RSI. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya RSI yang cocok digunakan untuk jangka waktu yang pendek maka paling tidak kita dapat menggunakan untuk periode harian. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia tanggal 19 September 2019 berakhir dengan penurunan harga saham ADRO menjadi Rp.1370 per lembar saham. Indikator RSI berada di angka 60 yang masih terdampak dari posisi overbought beberapa hari sebelumnya dengan nilai RSI di angka 80. Secara psikologis pelaku pasar akan menilai harganya sudah cukup mahal pada saat itu sehingga memancing aksi ambil untung (profit taking). Sebaliknya bila posisi harga yang sudah menyentuh nilai dasar RSI yaitu di bawah 30 dalam gambar periode di bulan Agustus harga ADRO kemudian bergerak naik.  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: