Mencari Indikator terbaik

Kalau dokter pasti mencari indikasi penyakit yang mungkin dialami pasien, seorang Investor juga melakukan yang serupa yaitu sebuah parameter atau sebuah tolak ukur untuk menentukan sebuah keputusan dalam berinvestasi. Indikasi tentu bukan hanya satu atau dua melainkan banyak parameter. Parameter atau indikator terbaik dari semua itu bersifat relatif. Kepribadian anda selaku investor sangat mempengaruhi indikator yang terbaik tersebut. Andai anda tidak mengenal kepribadian anda sendiri, anda akan terpaksa mengetahui kepribadian anda dari angka-angka jual beli saham yang anda lakukan dalam suatu periode waktu.

Dalam saham, anda akan diperlihatkan seorang yang ahli matematika, ahli ramal, ahli ekonomi dan jangan kaget ahli hukum pun akan menjadi pertimbangan. Berbagai sifat keliaran manusia pun akan anda lihat dalam angka. Ada yang sangat bahagia dan ada yang putus asa. Semua menjadi satu dalam pasar keuangan modern yang tidak mengenal batas negara. Indikator yang digunakanpun semakin beragam. Indikator dalam analisis teknikal juga mempunyai banyak ragam yang penggunaannya lagi-lagi menyesuaikan dengan investor sendiri semakin anda merasa nyaman semakin baik pula dengan indicator tersebut.

Sumber gambar: http://www.storythat.com

Dari sekian banyak indikator teknikal yang anda, pengenalan konsep waktu terbaik adalah inti semuanya. Konsep waktu yang pertama adalah mengenal saham yang sedang aktif diperdagangkan. Aktif disini maksudnya transaksi nya bernilai besar atau punya turnover yang besar dengan fluktuasi harga yang besar. Indikator yang digunakan diantara yang terbaik adalah ADX dan Momentum. Penggunaan indikator ini untuk menghindari fluktuasi harga yang datar (sideways) karena semakin sempit pergerakan harga semakin kecil pula keuntungan selisih harga yang mungkin didapat.

Sumber gambar: www.tradingapa.com

Konsep waktu kedua yaitu mengetahui trend yang sedang terjadi. Trend kenaikan atau dikenal juga dengan sebutan bullish dan trend turun harga alias bearish. Mengenalnya akan membuat anda paham kapan menentukan posisi terbaik beli atau jual. Umumnya investor akan banyak sekali mengalami keuntungan dalam trend bullish dan tidak menyukai trend bearish. Yang tidak disenangi disini juga bisa mendatangkan berkah bagi sebagian investor terutama investor jangka panjang yang menantikan harga murah untuk membeli dalam jumlah besar. Indikator terbaik digunakan adalah MACD dan TRIX.

Konsep Waktu ketiga adalah memahami pola pergerakan investor. Indikator yang biasa digunakan adalah Chaikin Oscilator (CO) dan Chaikin Money Flow (CMF). Nilai Positif memperlihatkan akumulasi yang biasa ditemukan saat investor membeli dalam jumlah besar dari rangkain waktu tertentu sehingga membuat harga saham mengalami kenaikan yang signifikan. Kebalikannya Nilai negatif berarti terjadi distribusi saham atau penjualan saham dalam waktu tertentu dalam jumlah yang besar.  

Konsep waktu ketiga adalah konsep penentuan waktu jual beli. Setelah mengenal  3 konsep sebelumnya, investor akhirnya harus menentukan keputusan akhir yaitu melakukan transaksi jual atau beli. Saat melakukan pembelian investor dapat menggunakan indikator MACD sekali lagi, Moving Average (MA), RSI, CCI, Elliot Wave dan Cadlestick. Kemuadian yang perlu dilakukan saat melakukan penjualan saham yang terpenting adalah melihat titik support dan resistance saham, lalu melihat MACD dan MA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: